Kamis, 09 Oktober 2014

SEDIKIT BERFIKIR CEPAT BERTINDAK

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya. Saya juga ingin share kebiasaan saya yang menghambat percepatan kesuksesan. Apa itu? Analisis yang panjang dan bertele-tele. Iya, itu anugerah yang saya terima dari Tuhan YME. Setiap masalah yang saya dengar, baca dan alami selalu berhasil dianalisis yang mendalam.

Itu masalah yang sedang kami bongkar. Begini, setiap masalah yang sedang saya pikirkan selalu dihitung pula dampak negatifnya. Alhasil analisis positif yang berupa hikmah, pesan moral, manfaat kemudian berada di titik nol lagi saat dihitung dampak negatifnya. Misal jalan-jalan melihat orang berjualan cashing hp. Pembelinya banyak. Antusiasme pedagang dan pembeli memberi inspirasi, bagaimana kalo kita juga mengambil peluang yang sama ditempat lain. Pada saat yang sama muncul pemikiran bahwa penjual yang banyak tersebut apa memungkinkan kita dapat pasar yang sama. Paling-paling kita rugi. Nah lho.

Itu yang selalu muncul dalam benak jika kita terlama berfikir dan tidak segera bertindak. So, berfikir, bertindak cepat. Evaluasi. Dan lihat hasilnya.

Silakan dimulai dari sekarang. www.kelasnol.com/segoro

JANGAN TERLALU LAMA BERFIKIR

iya, ini problem yang dihadapi kebanyakan kita. Saya tidak cerita orang lain. Saya sendirilah. Alhamdulillah saya dianugerahi banyak bakat dan kemampuan analisis yang besar. Tapi itulah yang jadi problem saya. Saya sering terjebak pada banyak kemampuan tapi tidak fokus. Hanya tahu sedikit dibanyak masalah. Sehingga tidak ada yang 'menghasilkan'. Ini yang menjadi renungan saya. Ini harus dibongkar.

Memilih satu fokus dari sekian bakat. Iya, itu harus ditentukan. Jangan terlalu lama. Langsung coba dan lihat hasilnya. Terus evaluasi kira-kira menghasilkan tidak. Segera ambil keputusan untuk berubah haluan. Jangan terlalu lama. Jangan pula terlalu gampang berubah.

Memilih satu fokus adalah kunci kesuksesan. Misal kita punya bakat nge-blog. Kuasai teori. Praktik. Perdalam. Terus apa yang bisa diambil manfaatnya. Misal untuk jualana online. Seperti yang saya lakukan saat ini. Coba lihat: www.abeharmoni.com.

Jangan dikira para pebisnis sukses tidak memilih banyak bakat. Apa yang membedakan dengan kita? Mereka fokus pada satu bidang, kuasai, perdalam dan praktekkan sampai sukses.  Baru akan ekspansi ke bakat lain saat bisnis utamanya sudah mapan. Establish.

Contoh: Tompi, dia dikenal sebagai penyanyi jazz. Dia juga dokter bedah kecantikan yang kompeten. Tapi dia fokus di praktek dokter sedangkan nyanyinya sebagai hobby untuk menghilangkan kejenuhan. Mungkin musik menghasilkan uang. Tapi itu bukan sandaran hidupnya. Selamat merenung.

Segera mulai dari nol. www.kelasnol.com/segoro

Jumat, 16 Agustus 2013

Ayoyo Joss

www.abeharmoni.comAyoyo. Istilah ini adalah lintasan fikiran liar saja. Jangan ditanya apa artinya. Karena tidak ada artinya. Ini hanyalah monumen. Untuk menandai bahwa sedang ada hasrat yang sangat kuat untuk berubah. Dari kondisi yang stagnan menjadi lebih dinamis. Sebuah keinginan untuk bangun dari kondisi yang menina bobokkan. Bergerak. Berkarya. Berbuat sesuatu.

Joss. Di dalam kamus tidak ditemukan artinya. Tapi sering dikonotasikan sebagai hentakan yang spontan. Lebih dari sekedar akseleserasi. Gerakan yang tidak diketahui mulainya. Tidak memiliki pola. Tiba-tiba melesat. Mengejutkan orang-orang disekitarnya.

Ada produk suplemen yang menggunakan istilah ini. Mungkin untuk mencitrakan bahwa peminum produk ini akan mendapatkan efek bertenaga yang cepat dan spontan. Istilah ini semakin populer seiring dengan populernya genre musik baru bernama dangdut koplo. Penyanyi melakukan gerakan yang spontan mengikuti irama musik yang menghentak. Dan serentak teriak, Joss! .

Ayoyo Joss. Secara filosifis bermakna sebuah komitmen untuk berubah dan bangkit secara cepat dan radikal. Tidak bisa ditunda-tunda. Mulai sekarang. SEMOGA BISA.

PELUANG REZEKI
Rezeki adalah ketetapan Tuhan. Untuk mendapatankannya perlu sebuah kepantasan. Karena itu kita perlu memantasankannya. Kerja keras, banyak doa, banyak sedekah, belajar giat dan lain-lain. Namun yang lebih penting adalah menjaga istiqomah. Kontinuitas Ikhtiar.

Banyak orang gagal bukan karena tidak melakukan ikhtiar. Tapi lebih banyak karena kurang sabar menjalani ikhtiar. Kesabaran ternyata membutuhkan energi yang besar. Tapi itulah yang harus dibayar untuk mencapai kesuksesan.
Silakan dimulai. Dari nol. www.kelasnol.com/segoro